This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 04 April 2016

Ukuran Kertas Standar Internasional

Kertas merupakan bahan baku utama untuk pembuatan brosur, flyer, selebaran, dan media promosi lainnya. Karena penggunaannya yang cukup luas dan bermacam-macam maka diperlukan kesepakatan ukuran standar kertas baik secara regional (lokal) maupun secara global (internasional). Adapun Ukuran kertas secara umum terbagi menjadi 5 Seri utama yaitu :
1. Seri A
2. Seri B
3. Seri C
4. Seri R
5. Seri F


Setiap seri memiliki ukuran yang berbeda-beda dan tidak semua negagara menggunakan seri yang sama sebagai acuan dalam penggunaan kertas. Mari kita kupas lebih dalam ukuran kertas beradasarkan seri.1. Seri A
Seri ini adalah seri yang paling jamak digunakan dalam dunia percetakan, penerbitan dan perkantoran. Seri merupakan seri yang sudah mendapatkan ISO 216, artinya diseluruh dunia ukuran Seri A ini akan sama. Seri A ini terbagi menjadi beberapa ukuran. Ukuran terbesarnya adalah A0 dengan ukuran dalam milimeter 841 X 1189, jika dikalikan dan dibulatkan ukuran ini jumlahnya adalah sebesar 1 m2 / tepatnya 99.949 mm
Untuk ukuran kertas Seri A adalah sebagai berikut : A0 = 841 x 1189 mm
A1 = 594 x 841 mm
A2 = 420 x 594 mm (ukuran favorit cetak poster)
A3 = 297 x 420 mm
A3+ = 318 x 480 mm
A4 = 210 x 297 mm (ukuran favorit cetak brosur)
A5 = 148 x 210 mm (ukuran favorit cetak brosur)
A6 = 105 x 148 mm
A7 = 74 x 105 mm
A8 = 52 x 74 mm
A9 = 37 x 52 mm
A10 = 26 x 37 mm
2. Seri B
Seri ini lebih besar dari seri A, adapun penggunaannya banyak digunakan untuk poster dan kalender dinding.
B0 = 1000 X 1414 mm
B1 = 707 X 1000 mm
B2 = 500 X 707 mm (Ukuran favorit cetak poster & cetak Kalender dinding)
B3 = 353 X 500 mm (Ukuran favorit cetak poster & cetak Kalender dinding)
B4 = 250 X 353 mm
B5 = 176 X 250 mm (Ukuran favorit cetak buku / majalah)
B6 = 125 X 176 mm
B7 = 88 X 125 mm
B8 = 62 X 88 mm
B9 = 44 X 62 mm
B10 = 31 X 44 mm
3. Seri C
Biasanya digunakan untuk ukuran kartu pos, map amplop dan lain sebagainya dikarenakan ukurannya yang lebih besar dari ukuran seri A (untuk lebig detailnya lihat gambar diatas).
C0 = 917 X 1297 mm
C1 = 648 X 917 mm
C2 = 458 X 648 mm
C3 = 324 X 458 mm
C4 = 229 X 324 mm
C5 = 162 X 229 mm
C6 = 114 X 162 mm
C7 = 81 X 114 mm
C8 = 57 X 81 mm
C9 = 40 × 57 mm
C10 = 28 × 40 mm
4. Seri R
Jika Anda pergi ke tempat cetak foto maka standar ukuran yang digunakan adalah seri ini. Seri ini memang dikhususkan untuk ukuran foto karena disesuaikan dengan bahankertas foto itu sendiri.
2R = 60mm x 90mm
3R = 89mm x 127mm
4R = 102mm x 152mm
5R = 127mm x 178mm
6R = 152mm x 203mm
8R = 203mm x 254mm
8R Plus = 203mm x 305mm
10R = 254mm x 305mm
10R Plus = 254mm x 381mm
11R = 279mm x 356mm
11R Plus = 279mm x 432mm
12R = 305mm x 381mm
12R Plus = 305mm x 465 mm
14R = 284mm x 353mm
17R = 305mm x 405mm
19R = 305mm x 455mm
5. Seri F
Seri ini biasa disebut dengan Folio dan hanya ada satu ukuran. Biasanya digunakan untuk cetak brosur sekolah, cetak brosur instansi, fotokopi, dokumen-dokumen dan lain sebagainya. Adapun ukuran dari seri ini adalah 215 X 330 mm yang dikenal dengan nama F4.
Demikian arti ukuran kertas standar internasional, semoga semakin memberikan inspirasi dan pengetahuan bagi Anda.

Jumat, 19 Februari 2016

Seni Kriya

Seni Kriya
Karya seni terapan yang mengutamakan kegunaan dan keindahan (estetis) yang bisa menarik konsumen. Seni kriya/kerajinan (handy Craff) ini biasanya untuk hiasan dan
cenderamata. Karena karya ini termasuk karya yang di perjual belikan dan berguna bagi kehidupan masyarakat sehari- hari baik untuk alat rumah tangga maupun untuk hiasan.
Bahkan satu desain kriya ini bisa di produksi dalam jumlah banyak oleh industri dan di pasarkan sebagai barang dagangan.
Seni kriya adalah karya seni yang dibuat dengan keterampilan tangan (hand skill) dengan memperhatikan aspek fungsional dan nilai seni sehingga Seni kriya termasuk dari karya senirupa terapan nusantara. Penciptaan karya seni kriya tidak hanya didasarkan pada aspek fungsionalnya (kebutuhan fisik) saja, tetapi juga untuk pemenuhan kebutuhan terhadap keindahan (kebutuhan emosional).
Dalam perkembangannya, karya seni kriya selalu identik dengan seni kerajinan. Hal ini disebabkan pembuatan karya seni kriya yang tidak lepas dari pengerjaan tangan (hand made) dan memiliki aspek fungsional.
Tradisi membuat benda-benda seni kriya telah ada sejak zaman prasejarah. Dari temuan-temuan benda prasejarah diketahui bahwa manusia mulai menetap pada zaman Batu Muda (Neolitikum). Mereka telah mulai membuat benda fungsional untuk menunjang aktivitas mereka sehari-hari. Salah satunya adalah tembikar yang terbuat dari tanah lempung yang berfungsi sebagai wadah. Tembikar pada zaman ini telah memiliki hiasan berupa simbol-simbol atau lambang-lambang kehidupan spiritual yang dipercaya oleh masyarakat.
Dalam perkembangan selanjutnya, seni kriya mengalami perkembangan yang sangat pesat. Perkembangan ini tidak hanya pada aspek fungsi semata tetapi berimbas pada peningkatan kualitas bentuk dan bahan serta corak hiasannya. Pada awalnya benda-benda tersesebut memiliki bentuk yang sederhana berkembang menjadi bentuk-bentuk yang beraneka ragam dan rumit. Demikian juga dengan hiasan yang semakin banyak, detail, dan bervariasi.

Pengertian Seni Kriya

Istilah “seni kriya‟ berasal dari akar kata “krya‟ (bahasa Sanskrta) yang berarti “mengerjakan‟; dari akar kata tersebut kemudian menjadi kata : karya, kriya, kerja. Dalam arti khusus adalah mengerjakan sesuatu untuk menghasilkan benda atau obyek. Dalam pengertian berikutnya semua hasil pekerjaan termasuk berbagai ragam keteknikannya disebut “seni kriya‟.(Timbul Haryono,2002).
Kata “kriya‟ dalam bahasa Indonesia berarti pekerjaan (kerajinan tangan). Di dalam bahasa Inggris disebut craft yang mengandung arti: energi atau kekuatan, arti lain suatu ketrampilan mengerjakan atau membuat sesuatu. Istilah itu diartikan sebagai ketrampilan yang dikaitkan dengan profesi seperti yang terlihat dalam craftsworker (pengrajin).
Pada kenyataannya seni kriya sering dimaksudkan sebagai karya yang dihasilkan karena skill atau ketrampilan seseorang; sebagaimana diketahui bahwa semua kerja dan ekspresi seni membutuhkan ketrampilan. Dalam persepsi kesenian yang berakar pada tradisi Jawa, dikenal sebutan kagunan. Di dalam Kamus Bausastra Jawa, kagunan adalah Kapinteran/ Yeyasan ingkang adipeni/Wudharing pambudi nganakake kaendahan-gegambaran, kidung ngukir-ukir.
Penjelasan itu menunjukan posisi dan pentingnya ketrampilan dalam membuat (mengubah) benda sehari-hari, di samping pengetahuan dan kepekaan (akan keindahan). Oleh sebab itu, sebuah karya (seni) dalam proses penggarapannya tidak berdasarkan pada kepekaan dan ketrampilan yang baik (mumpuni), maka tidak akan ada kesempatan bagi kita untuk mnikmati karya tersebut sebagai karya seni ( I Made Bandem, 2002 ).

Fungsi Seni Kriya

Fungsi seni kriya sebagai salah satu karya seni rupa secara garis besar terbagi atas tiga golongan, yaitu sebagai berikut.

1. Hiasan (dekorasi)

Banyak produk seni kriya yang berfungsi sebagai benda pajangan. Seni kriya jenis ini lebih menonjolkan segi rupa daripada segi fungsinya sehingga bentuk-bentuknya mengalami pengembangan. Misalnya, karya seni ukir, hiasan dinding, cinderamata, patung, dan lain-lain.

2. Benda terapan (siap pakai)

Seni kriya yang sebenarnya adalah seni kriya yang tetap mengutamakan fungsinya. Seni kriya jenis ini mempunyai fungsi sebagai benda yang siap pakai, bersifat nyaman, namun tidak kehilangan unsur keindahannya. Misalnya, senjata, keramik, furnitur, dan lain-lain.

3. Benda mainan

Di lingkungan sekitar sering kita jumpai produk seni kriya yang fungsinya sebagai alat permainan. Jenis produk seni kriya seperti ini biasanya berbentuk sederhana, bahan yang digunakan relatif mudah didapat dan dikerjakan, dan harganya juga relatif murah. Misalnya, boneka, dakon, dankipas kertas.

Jenis-jenis seni kriya

Bentuk karya seni kriya Nusantara amat beragam. Beragam pula bahan alam yang digunakan. Dari sejumlah seni kriya Nusantara, ada yang tetap mempertahankan ragam hias tradisional dan ada pula yang telah dikembangkan sesuai dengan tuntutan pasar.
Jenis-jenis seni kriya menurut bahan yang digunakan dapat kita bagi sebagai berikut :

a. Kriya Kayu

Kriya kayu ialah suatu bidang kriya yang pekerjaannya membuat benda yang mempunyai nilai fungsional maupun hias dengan menggunakan bahan kayu. Dalam kriya kayu, terdapat pekerjaan tingkat dasar yang merupakan tingkat permulaan. Kayu banyak sekali menghasilkan berbagai benda kerajinan, seperti topeng, wayang golek, furnitur, patung dan hiasan ukir-ukiran.

kriya kayu
Miniatur kendaraan dari kayu
kriya kayu
Gantungan Kunci dari kayu

b. Seni kriya tekstil

Istilah tekstil dewasa ini sangat luas dan mencakup berbagai jenis kain yang dibuat dengan cara ditenun, diikat, dipres dan berbagai cara lain yang dikenal dalam pembuatan kain. Kain umumnya dibuat dari serat yang dipilin atau dipintal guna menghasilkan benang panjang untuk ditenun atau dirajut sehingga menghasilkan kain sebagai barang jadi. Ketebalan atau jumlah serat, kadar pilihan, tekstur kain, variasi dalam tenunan dan rajutan, merupakan faktor yang mempangaruhi terciptanya aneka kain yang tak terhitung macamnya.
Keragaman karya seni tekstil bisa dilihat dari jenis, teknik, ragam hias, dan bahan yang digunakan. Jenis kriya tekstil di Nusantara bisa dikelompokkan menjadi dua, yaitu karya batik dan karya tenun
Kriya tekstil

c. Kriya keramik

Bahan dasar keramik adalah tanah liat. Benda keramik dibentuk dengan berbagai teknik, antara lain teknik cetak, lempeng, pijit, dan pilin. Setelah dibentuk, kemudian diberi hiasan. Jika sudah melalui proses pengeringan, dibakar dengan suhu tertentu.
Keramik diproduksi untuk benda-benda hias atau benda pakai dengan keragaman variasi bentuk, misalnya guci, pot bunga, vas bunga, dan sebagainya. Daerah-daerah penghasil keramik tersebar luas di Nusantara, antara lain di Yogyakarta, Malang, Cirebon, dan Purwokerto.
kriya keramik

d. Kriya logam

Kriya logam adalah kriya yang mengolah logam menjadi berbagai macam benda kerajinan. Mengolah logam biasanya dengan cara mengecor logam panas dengan cetakan. Cetakan ini bisa terbuat dari tanah liat, gips, pasir, atau logam juga.
Kriya logam menggunakan bahan jenis logam, seperti emas, perak, perunggu, besi, tembaga, aluminium, dan kuningan. Produk yang dihasilkan, misalnya perhiasan emas dan perak, patung perunggu, senjata tajam, peralatan rumah tangga, dan alat musik gamelan. Sekarang kriya logam dibuat dengan berbagai variasi bentuk.
Teknik membuat kriya logam ada dua, yaitu teknik a cire perdue dan teknik bivalve.
  • Teknik a cire perdue atau cetakan lilin, caranya adalah membuat bentuk benda yang dikehendaki dengan lilin. Setelah membuat model dari lilin, model tersebut ditutup dengan menggunakan tanah, kemudian dibuat lubang dari atas dan bawah. Setelah itu, cetakan dibakar sehingga lilin yang terbungkus dengan tanah akan mencair, dan keluar melalui lubang bagian bawah. Untuk selanjutnya melalui lubang bagian atas dimasukkan cairan perunggu. Apabila sudah dingin, cetakan tersebut dipecah sehingga keluarlah benda yang diinginkan.
  • Teknik bivalve atau setangkap, caranya yaitu menggunakan cetakan yang ditangkupkan dan dapat dibuka sehingga setelah dingin cetakan tersebut dapat dibuka, maka keluarlah benda yang dikehendaki. Cetakan tersebut terbuat dari batu atau kayu.
kriya logam

e. Kriya kulit

Kriya kulit adalah jenis karya seni yang bahan bakunya menggunakan kulit. Kulit yang digunakan adalah kulit kerbau, sapi, kambing, buaya, dan ular. Kulit tersebut sebelum dipakai terlebih dahulu mengalami proses pengolahan yang panjang yaitu mulai dari pemisahan dari daging satwa, pencucian dengan cairan tertentu, pembersihan, perendaman dengan zat kimia tertentu (penyamakan), pewarnaan dengan warna yang diinginkan, perentangan supaya tidak mengkerut, pengeringan, dan penghalusan. Setelah itu, kulit baru dipotong-potong sesuai dengan ukuran yang ditentukan.
Hasil kriya kulit berupa tas, sepatu, wayan kulit, ikat pinggang, pakaian (jaket), dompet, tempat HP, dan alat musik rebana. Daerah penghasil kriya kulit antara lain Garut, Yogyakarta, dan Bali.
kriya kulit

f. Kriya batu

Batu yang memiliki tekstur keras dan cenderung kaku untuk dibentuk ternyata dapat diolah menjadi seni kerajinan yang indah. Salah satunya berasal dari daerah Sukaraja, Sukabumi. Di daerah ini dapat dijumpai berbagai material batu yang telah diolah menjadi hiasan dan dekorasi rumah. Ada batu akikjesper, fosil, dan batu-batu permata lainnya yang dibentuk menjadi hiasan dengan motif flora dan fauna.
kriya batu

www.keirasaw.blog's

Sedangkan jenis-jenis seni kriya berdasarkan teknik pembuatannya bisa kita bagi sebagai berikut :

1. Kriya Pahat atau Kriya Ukir

Jenis, bentuk, bahan, dan teknik dalam seni pahat sangat beragam, dari jenis ukir, patung, dan aneka kerajinan lainnya. Seni pahat selain menggunakan bahan kayu, juga menggunakan batu, aneka logam, emas, serta tulang dan kulit hewan. Bali merupakan daerah yang banyak menghasilkan seni pahat berupa ukiran, patung, hingga barang-barang kerajinan. Patung arca dengan bahan batu andesit juga dibuat di Bali. Bentuknya menyerupai benda-benda purbakala.
Salah satu hasil dari seni pahat yang unik adalah wayang kulit dan wayang beber yang terbuat dari kulit binatang, serta wayang golek yang terbuat dari kayu. Kerajinan wayang kulit dan wayang beber terdapat di daerah Yogyakarta, Surakarta, dan Sragen. Sedangkan wayang golek banyak diproduksi di Jawa Barat.
Di Jepara (Jawa Tengah) tersohor dengan seni ukir khas Jawa. Daerah lain di Jawa penghasil seni pahat dalam bentuk topeng, patung, ukiran, dan lain-lain adalah Kudus, Bojonegoro, dan Cirebon. Seni patung Suku Asmat dan Kamoro di Papua terkenal dengan kekhasannya, dengan bentuk dan ukuran yang beragam.
Di Palembang, karya ukir kayu juga diwujudkan pada perabot rumah tangga dengan ciri khas menggunakan warna emas dan cokelat tua. Di Sumatra Utara, seni pahat masyarakat Batak selain berupa ukiran hias pada bangunan rumah adat, juga terdapat pada benda-benda yang berfungsi sebagai perlengkapan ritual.
kriya ukir

2. Kriya batik

Proses pembuatan kain batik dapat dilakukan dengan teknik tulis, teknik cap, dan teknik lukis. Teknik batik tulis merupakan teknik yang paling banyak diterapkan di Indonesia. Selain di Jawa, batik juga terdapat di Kalimantan, Sumatra, Sulawesi, dan Bali. Corak kain batik setiap daerah beraneka ragam. Corak batik Jawa umumnya bergaya naturalis dengan sentuhan warna-warna yang beragam. Corak batik pesisir umumnya menunjukkan adanya pengaruh asing. Pekalongan merupakan penghasil batik yang terkenal dan termasuk dalam golongan batik pesisir. Daerah batik bercorak pesisir yang lain adalah Madura, Tuban, dan Cirebon. Batik daerah ini didominasi perpaduan warna yang kontras, seperti merah, kuning, cokelat, dan putih. Sedangkan Batik Solo, Yogyakarta, dan sekitarnya umumnya menggunakan warna-warna redup, seperti cokelat, biru, hitam, dan hijau.

3. Kriya tenun

Indonesia adalah salah satu negara penghasil tenun terbesar terutama dalam hal keragaman corak hiasannya. Ada dua jenis tenun, yaitu tenun ikat dan tenun songket. Yang membedakan keduanya adalah pada teknik pembuatan dan bahan yang digunakan. Pada songket ada tambahan benang emas, perak, atau benang sutra. Daerah yang terkenal sebagai penghasil tenun ikat, antara lain Aceh, Sumatra Utara, Sulawesi, Bali, Sulawesi Tengah, Toraja (Sulawesi Selatan), Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, NTT, Flores, dan Maluku. Sedangkan penghasil songket yang terkenal, antara lain Aceh, Sumatra Barat, Riau, Palembang, Sumatra Utara, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Lombok, Nusa Tenggara, dan Maluku. Kriya tenun kebanyakan dipakai untuk selendang, sarung, kebaya, dan ikat kepala seperti pada pakaian adat. Bahan yang dipakai untuk membuat kain tenun ditentukan oleh ketersediaan alam daerah setempat. Di Sumbawa (NTT) semua produk kain tenun dibuat dari benang kapas. Kain songket berbahan benang sutra dapat dijumpai di Aceh, Sumatra Barat, Palembang, dan Bali, sedangkan yang berbahan dasar benang katun dapat dijumpai di Flores.

kriya tenun

4. Kriya anyaman

Kriya anyaman di Indonesia sangat beragam, baik jenis, bahan, maupun bentuknya. Bahan untuk membuat anyaman kebanyakan dari kulit bambu, batang rotan, dan daun pandan. Bahan-bahan alam lainnya adalah pelepah pisang, enceng gondok, dan serat kayu.
Teknik pembentukan anyaman adalah dengan memanfaatkan jalur lungsi (vertikal), jalur pakan (horizontal), dan jalur gulungan diagonal). Pembentukan pola motif anyaman diperoleh dengan cara memanfaatkan perbedaan warna.
Kriya anyaman yang tersebar diNusantara terdiri atas bentuk-bentuk tradisional yang masih bertahan, pengembangan dari bentuk-bentuk tradisional, hingga bentuk-bentuk desain baru. Tasikmalaya (Jawa Barat) adalah salah satu pusat kerajinan anyaman dari berbagai bahan dan bentuk. Di Halmahera (Maluku) rotan diproduksi menjadi tas punggung. Di Papua, anyaman dapat ditemukan pada produksi gelang khas masyarakat Papua yang terbuat dari serat kayu dan batang anggrek hutan.

kriya anyaman

kriya anyaman

5. Kriya Bordir

Bordir merupakan kerajinan rakyat yang memerlukan ketekunan dan ketelatenan dalam pengerjaannya. Kerajinan ini telah tumbuh di beberapa daerah dengan motif dan rancangan khas daerah masing-masing. Awalnya kerajinan ini berkembang untuk memenuhi kebutuhan pakaian kebaya wanita yang merupakan pakaian nasional Indonesia, tetapi adanya perkembangan dan penggunaan yang semakin meluas kerajinan ini menjadi bagian dari ciri khas motif pakaian untuk sholat seperti mukena, baju koko, dan selendang.

kriya bordir

Minggu, 23 Agustus 2015

CARA AKTIVASI COREL DRAW X6 dengan KEYGEN

Berikut ini adalah langkah-langkah untuk melakukan aktixasi Corel Draw X6 :

  • Disable Anti Virus  dan koneksi internet sobat.
  • Install Corel Draw X6, masukkan serial number yang dihasilkan keygen (Keygen jangan di close dulu).
    • Buka Corel Draw X6, maka akan ditanya aktivasi, klik “Other Activation Option”.

    • Pilih “Phone Corel”

    • Masukkan “Instalation Code” ke keygen “Instalation Code”, setelah itu klik “Activation” pada keygen, dan masukkan “Activation Code” yang ada di keygen ke form “Activation Code”. (Lihat gambar untuk lebih jelasnya).

    • Klik “Continue”, dan congrat... Corel Draw X6 sobat sudah full version.....

    Selasa, 19 Mei 2015

    Mewarnai Sel yang Memenuhi Kriteria pada MS Excel 2007

    Dalam suatu kelas, biasanya diperoleh sebaran nilai yang beraneka ragam. Untuk membedakan siswa yang nilainya tuntas dan tidak, kita bisa mengamati satu persatu. Namun hal ini tentu melelahkan dan beresiko terjadi kesalahan. Lalu bagaimana caranya?


    Jika kita sudah familiar dengan aplikasi Microsoft Excel, tentu tidak akan kesulitan untuk membedakan nilai dengan menggunakan formula-formula tertentu. Contoh berikut ini saya tampilkan data nilai suatu kelas, kemudian dibedakan antara nilai yang tuntas dan tidak dengan menggunakan warna cell.

    Seperti biasa, siapkan data yang sudah disiapkan dalam bentuk tabel yang terdiri dari nama, nilai siswa, nilai kriteria ketuntasan minimum (KKM), dan keterangan.

    Berikut langkah-langkah membuat sel berwarna dan membuat keterangan Lulus atau Tidak.


    1. Sorotlah sel yang akan kita atur (sel A5:A14), lalu klik Conditional Formating - New Rule.


    2. Pilih Use formula to determine which cells to format. Lalu masukkan formula yang kita inginkan pada kotak di bawah tulisan Format values where this formula is true. Di sini kita akan memberi tanda pada nilai yang kurang dari 70 (KKM) . Ketikkan=D5< lalu klik sel 70 yang menunjukkan nilai KKM, sehingga akan muncul tulisan seperti berikut =D5<$C$5. 


    3. Selanjutnya, kita tentukan warna untuk sel yang memenuhi kriteria (<70 b="" klik="">Format
    . Pilih warna merah lalu klik OK.


    4. Perhatikan preview, jika sudah muncul warna merah, klik OK.


    5. Berikut tampilan tabel yang sudah selesai pengaturannya. Ada empat siswa yang nilainya mendapat tanda merah


    6. Jika kita ganti KKM-nya, warna sel yang ada di kolom Nilai akan mengikuti secara otomatis. Disini saya ganti dengan skor 75. Ada enam siswa yang nilainya mendapatkan tanda merah.


    7. Bagaimana jika kita ingin mengganti format "rule"-nya, misalnya mengubah warna sel yang memenuhi kriteria dengan warna lain? Caranya, klik salah satu sel yang terdapat nilai siswa misalnya sel A5 lalu klik Conditional Formatting-Manage Rules.


    8, Klik Edit Rule...


    9. Klik Format hingga muncul tampilan berikut, lalu pilih warna biru muda. Klik OK.


    10. Setelah muncul tampilan berikut, klik Apply lalu OK


    11. Berikut ini adalah tampilan ketika perubahan diterapkan


    12. Untuk memberi keterangan LULUS atau TIDAK pada kolom Keterangan, klik sel E5 lalu ketik =IF(D5< lalu klik 75 (nilai KKM) kemudian tekan tombol F4 pada keyboard, sehingga formula menjadi =IF(D5<$C$5. Lengkapi penulisan formula menjadi  
    =IF(D5<$C$5;"Tidak Lulus";"Lulus"). Tekan Enter


    13. Salinlah formula tersebut hingga sel terakhir dengan cara klik dan seret kebawah tanda + pada sel E5,


    Demikian penjelasan dari saya, semoga bermanfaat :).

    Rujukan : http://fardian-imam.blogspot.com/2013/01/mewarnai-sel-yang-memenuhi-kriteria.html

    Selasa, 24 Maret 2015

    Cara Melukis dengan Cat Minyak

    Anda ingin melukis lukisan yang indah dan ekspresif dengan cat minyak? Inilah beberapa hal dasar untuk menuntun Anda ke dalam indahnya dunia lukisan. Setelah Anda menguasai teknik dasarnya, dunia adalah kanvas Anda!

    Metode 1 dari 4: Memulai

    1. Oil Paint Step 1 Version 2.jpg
      1
      Pilih cat Anda. Bahkan sebelum Anda mempertimbangkan untuk melukis, Anda harus memiliki cat minyak terlebih dahulu. Meskipun ada lusinan merk cat minyak di pasaran, jangan terpengaruh harga yang murah. Membeli cat murah, namun kualitas yang rendah akan membuat Anda kesulitan dalam melukis, merasa bosan, dan putus asa. Menghabiskan uang sedikit lebih banyak akan membuat lukisan Anda hanya memerlukan satu kali pengerjaan, bukan dua atau tiga kali dengan pengerjaan dan daya campur yang yang lebih baik.
      • Warna-warna paling mendasar yang harus Anda miliki adalah: kuning kadmium, kuning oker, merah kadmium, merah alizarin, biru laut, putih titanium, dan hitam mars. Anda bisa menggunakan campuran dari warna ini untuk menciptakan warna lain yang ada di roda warna.
      • Anda akan menemukan bahwa warna putih merupakan warna yang paling cepat habis, jadi belilah setabung cat putih yang lebih besar, sedangkan warna lain dengan ukuran tabung yang lebih kecil.
      • Hindari membeli cat untuk “pelajar”, meski hal ini terlihat sangat baik, tapi sebenarnya menawarkan kualitas yang paling rendah. Juga hindari membeli cat yang sepaket bersama kuas, karena kuasnya merupakan kuas yang memiliki kualitas rendah pula.
      Iklan
    2. Oil Paint Step 2 Version 2.jpg
      2
      Lengkapi peralatan lainnya. Pelukis pemula sering terjebak dalam situasi menghindari membeli beberapa bahan dan peralatan untuk menghemat. Ketika ini merupakan latihan yang serius, ada beberapa hal dasar yang harus Anda miliki agar bisa menikmati melukis dengan mudah.
      • Pilihlah beberapa kuas dasar dengan kualitas tinggi. Anda tindak perlu memiliki banyak kuas untuk memulai, tapi belilah beberapa. Dimulai dengan ukuran bulat, datar, dan kuas bulu.
      • Kuas sintetis terbuat dari bulu yang sangat lembut dan bagus, sedangkan kuas dengan bulu alami sedikit lebih kasar. Gunakan kedua teknik melukis yang berbeda ini.
      • Anda juga membutuhkan pisau palet untuk mencampur warna, palet untuk melukis, papan kanvas atau kain kanvas, dan kain bekas untuk membersihkan kuas.
      • Cat minyak sangat kental ketika baru dikeluarkan dari tabungnya, dan harus dicairkan untuk lapisan pertama menggunakan spiritus putih atau terpentin, dan campurkan minyak biji rami dan minyak poppy untuk lapisan selanjutnya. Gunakan prinsip “Tebal di atas yang tipis”, dan ini akan mencegah terjadinya pisahnya lapisan.
      • Peralatan tambahan lainnya seperti papan kuda-kuda untuk kanvas atau meja untuk menggambar, sebuah celemek, kain untuk mebersihkan tetesan, dan kotak khusus untuk menyimpan semua peralatan Anda.[1]
    3. Oil Paint Step 3 Version 2.jpg
      3
      Siapkan ruang kerja Anda. Karena melukis menggunakan cat minyak memerlukan banyak peralatan, Anda juga membutuhkan ruang yang luas juga. Siapkan tiang kuda-kuda atau meja di wilayah yang terbebas dari jalur di mana orang banyak berjalan dan terkena sinar matahari langsung, jika memungkinkan. Jika Anda memilikinya, letakkan kain di bawah untuk melindungi lantai Anda dari tetesan cat minyak.
      • Cat minyak bisa menyebabkan aroma yang tajam, jadi pastikan ruangan Anda memiliki saluran udara yang baik dengan jendela dan pintu yang terbuka.
      • Jika Anda menggunakan tiang kuda-kuda, letakkan dengan cara yang benar. Atur posisi duduk dan sudut kemiringannya. Pastikan Anda bisa duduk dengan nyaman ketika Anda sedang melukis, tidak kesulitan.
      • Gunakan pakaian lama Anda yang telah terkena cat untuk melindungi pakaian Anda yang masih bersih dan kulit Anda. Cat minyak terkenal karena sulit untuk dibersikan, jadi pastikan Anda mengambil langkah mencegah sampai Anda terkena noda cat minyak.
      • Jika Anda mempunyai rambut yang panjang, ikatlah menjadi kuncir ekor kuda, atau gelunglah untuk memastikan rambut Anda tidak terjatuh dalam cat. Lepaskan cincin atau gelang yang Anda kenakan.

    Metode 2 dari 4: Memberi Nilai pada Lukisan Anda

    1. Oil Paint Step 4 Version 2.jpg
      1
      Membuat sketsa kasar. Gunakan pensil untuk menciptakan garis tipis. Anda juga bisa langsung melakukannya di atas kanvas atau diatas kertas terlebih dahulu, kemudian dipindahkan menggunakan kertas karbon. Ketika Anda menggambar subjek Anda, pikirkan komposisi dan penggunaan ruang negatif.
      • Komposisi adalah penyusunan dari gambar di atas kanvas. Pilih peletakkan terbaik sehingga mata tertuju pada kanvas secara menyeluruh, daripada berlama-lama pada satu tempat yang sama.
      • Ruang negatif adalah ruang yang berada di sekitar objek. Jika Anda menggunakan objek dari dunia nyata dan menggambarkannya di atas kanvas, gambarlah ruang yang sulit dengan lebih memperhatikan ruang-ruang disekitar objek daripada objek itu sendiri. Pertimbangkan dengan apa Anda ingin mengisi ruang negatif untuk membuat objek menjadi lebih terlihat.
      • Tambahkan lapisan yang tumpang tindih, karena ini akan memperdalam komposisi Anda. Jika subjek Anda tidak memiliki bentuk yang tumpang tindih, pertimbangkan untuk menatanya ulang. Hal ini akan membuat lukisan Anda terkesan lebih nyata.
    2. Oil Paint Step 5 Version 2.jpg
      2
      Tentukan sumber cahaya. Untuk menciptakan lukisan yang terlihat nyata, Anda harus memiliki bagian terang dan gelap yang jelas. Amati subjek kalian dan temukan dari sudut mana cahaya datang. Dan di mana bayangan jatuh dan bagian yang terkena sinar berada.
      • Semua cahaya akan menciptakan bayangan, tetapi jika ia jatuh melewati subjek akan sangat sulit melihatnya. Coba pindahkan sumber cahaya Anda supaya bayangan dan area yang tersinari lebih terlihat jelas.
      • Anda mungkin tidak menemukan bayangan yang sangat gelap atau bagian yang tersinari amat terang. Faktanya, Anda mempunyai tingkatan warna yang sangat dekat satu sama lain. Jangan terlalu terpaku ketika sumber cahaya Anda tidak menciptakan bayangan dan wilayah terang dengan sangat terang.
    3. Oil Paint Step 6.jpg
      3
      Pertimbangkan warna Anda. Untuk beberapa pelukis, Sangat sulit mencocokkan warna subjek mereka dengan warna yang mereka campurkan. Hal ini karena otak menyediakan pemahaman tersendiri mengenai warna; jika Anda melihat langit itu biru, maka Anda mecampurkan cat berwarna biru, hanya untuk menyadari bahwa cat lebih terang dan berwarna dibandingkan langit yang sesungguhnya. Caranya adalah dengan melewati pemahaman warna yang ada di otak kita, dan mengamati warna sesungguhnya. Hal ini akan mempercerah lukisan Anda.
      • Lukisan pada saat malam hari akan terlihat lebih gelap dibandingkan lukisan pada saat siang hari, yang lebih terang.
      • Periksalah warna dari cahaya; pada saat siang yang terik, subjek Anda akan terlihat bersinar keemasan. Pada saat hari mendung, cahaya terpancar melewati awan yang memberikan warna keabu-abuan—seperti juga papan lampu neon dan lampu dengan cahaya berwarna—juga mempengaruhi warna subjek Anda.
    4. Oil Paint Step 7.jpg
      4
      Amati pergerakkan subjek Anda. Apakah lukisan Anda masih bisa terlihat hidup jika tidak ada gerakan? Atau apakah padang rumput di hari yang berangin, menciptakan banyak gerakan? Memperhatikan gerakan dari subjek sangat penting untuk merencanakan olesan kuas. Lukisan yang nyata menggunakan olesan kuas yang menciptakan gerakan, atau sebaliknya. [2]

    Metode 3 dari 4: Ciptakan Karya Terbaik Anda

    1. Oil Paint Step 8.jpg
      1
      Campurkan cat Anda. Cat minyak memerlukan beberapa hari untuk mulai mengering. Namun, hampir tidak mungkin mencampurkan cat Anda sebanyak dua kali namun menghasilkan warna yang sama persis, jadi campurkan cat Anda ke dalam tempat yang besar dan jagalah selama proses melukis sehingga Anda memiliki cukup cat minyak yang memiliki warna yang tepat.
      • Gunakan roda warna untuk menentukan warna yang ingin Anda campurkan. Roda warna menunjukkan warna primer, sekunder, dan tersier dan bagaimana menciptakannya.
      • Warna murni merupakan warna yang belum dicampurkan baik dengan warna putih maupun hitam. Anda bisa mencampurkan warna primer untuk mendapatkan warna sekunder.
      • untuk membuat warna, tambahkan warna putih. Ini akan mencerahkan warna dan membuatnya menjadi warna pastel.
      • Untuk membuat bayangan, tambahkan warna hitam pada cat warna apapun.
      • Untuk membuat gradasi warna, tambahkan putih pada bayangan (semua warna yang ditambahkan warna hitam). Gradasi warna paling sering digunakan, karena hal ini mewakili warna yang paling sering kita jumpai sehari-hari.
    2. Oil Paint Step 9.jpg
      2
      Memulai melukis. Anda bisa memilih apapun teknik melukis yang Anda sukai, apakah dengan melukis semua permukaan kanvas atau membuat lapisan-lapisan diatas kanvas. Ketika melukis menggunakan cat minyak, gunakan teknik kental diatas cair dengan menggunakan cat cair sebelum menimpanya menggunakan cat kental.
      • Cobalah menggambar subjek dasar. Semua benda terbentuk dari bentuk-bentuk dasar: kotak, kerucut, tabung, dan lingkaran. Lukis bentuk-bentuk dasar ini menjadi subjek nyata, seperti kotak atau jeruk, atau menggambar bentukan datar dari setiap bentuk itu.
      • Untuk mencairkan cat Anda, gunakan campuran tingkat menengah (minyak biji rami atau terpentin) pada cat Anda. Jangan gunakan terlalu banyak ketika memulai, tapi gunakan bertahap sampai Anda mendapatkan tingkat kekentalan yang Anda inginkan.
      • Membutuhkan tiga hari untuk lapisan lukisan cukup kering agar bisa menambahkan lapisan selanjutnya diatasnya, jadi bersabarlah dalam menunggu lukisan Anda hingga kering.
    3. Oil Paint Step 10.jpg
      3
      Cobalah teknik yang berbeda. Ada lusinan cara untuk menyempurnakan lukisan Anda, tapi mempelajari semuanya sebagai pemula akan terdengar luar biasa. Sebaliknya, fokuslah memilih beberapa teknik untuk digunakan bersamaan.
      • Cobalah campurkan cat Anda. Ini merupakan proses di mana Anda perlahan menggabungkan dua atau lebih warna yang berbeda (bayangkan matahari terbenam). Untuk melakukan ini, tambahkan lapisan cat berdekatan satu sama lain diatas kanvs. Lalu, gunakan kuas datar untuk memperhalus catnya bersamaan, menghasilkan warna yang sesuai.
      • Cobalah buat lapisan bening. Ini adalah ketika Anda menggunakan 1/3 minyak biji rami, dan 1/3 minyak terpentin, dan 1/3 pernis untuk menciptakan warna bening. Anda bisa menggunakan berbagai campuran warna untuk membuat warna yang terlihat tembus pandang diatas cat yang telah mengering. [3]
      • Gunakan titik-titik kecil. Gunakan kuas bulu alami (kuas yang kering jauh lebih bagus), dan tekan secara vertikal pada kanvas Anda. Anda bisa membuat sosok yang lebih buram dengan menggunakan pola titik-titik.
      • Cobalah menggunakan pisau palet untuk melukis. Teknik ini sangat cocok untuk menciptakan permukaan dan pergerakan pada kanvas Anda. Ambil sedikit cat menggunakan ujung dari pisau palet, dan goreskan pada kanvas untuk menciptakan lapisan tipis pada lukisan.

    Metode 4 dari 4: Selesaikan Lukisan Anda

    1. Oil Paint Step 11.jpg
      1
      Perbaiki semua kesalahan. Anda memiliki waktu kurang lebih tiga hari (ketika cat minyak masih basah di atas kanvas Anda) ketika Anda mengubah kesalahan atau menghapusnya secara menyeluruh menggunakan kain. Sebelum Anda memutuskan bahwa lukisan Anda telah selesai total, pastikan jika perlu dilakukan perubahan.
    2. Oil Paint Step 12.jpg
      2
      Simpan cat yang tidak terpakai. Jika Anda memiliki banyak cat tersisa diatas palet Anda yang belum terpakai, simpanlah untuk lukisan Anda selanjutnya. Pindahkan ketempat yang kecil atau tetap di palet dan bungkus dengan pembungkus.
    3. Oil Paint Step 13.jpg
      3
      Cucilah kuas Anda. Cat minyak akan merusak kuas Anda jika Anda membiarkannya mengering, jadi cucilah kuas Anda segera setelah digunakan. Gunakan terpentin dan kain bekas untuk membersihkan sebanyak mungkin cat minyak yang tersisa dan rendam ke dalam air hangat selama beberapa lama menggunakan sedikit cairan pembersih, Anda bisa oleskan kuas ditangan Anda untuk memastikan semua cat sudah menghilang. Simpan kuas bersih, didalam botol atau gelas dan biarkan mengering. Pastikan kuas mendapatkan udara hingga ia kering: Simpan kuas Anda di ruang terbuka—di atas lemari atau meja, jangan di dalam lemari tertutup atau laci.
    4. Oil Paint Step 14.jpg
      4
      Tunggu. Untuk cat minyak bisa mengering secara sempurna membutuhkan waktu selama 3 bulan, bahkan lebih jika lukisan Anda memiliki banyak lapisan cat yang kental. Letakkan lukisan Anda dimana tidak dapat diganggu atau dirusak orang dan biarkan udara mengeringkannya.
    5. Oil Paint Step 15.jpg
      5
      Berikan lapisan pernis. Ketika lukisan Anda telah selesai mengering, tambahkan lapisan pernis untuk melindungi dan menjaga warna. Ketika pernis pelindung mengering, Anda telah selesai! Pajanglah kreasi Anda yang indah agar semua orang bisa melihatnya!

    Tips

    • Hitam pekat sangat sulit mengering: hindari menggunakannya sebagai lapisan paling awal.
    • Hindari menggunakan minyak biji rami untuk mencerahkan warna: Warna Anda akan cepat menguning.
    • Untuk membersihkan cat dari tangan Anda: gunakan minyak telon ataupun minyak zaitun. Tuang sedikit minyak telon ke kain dan usapkan pada tangan Anda. Jangan cuci tangan Anda sebelum minyak terlepas, atau cara ini tidak akan bekerja. Cat minyak bisa terlepas dengan mudah ketika dibersihkan juga menggunakan minyak, dan ketika minyak telah terlepas semua, barulah cuci tangan Anda menggunakan sabun dan air.
    • Untuk mencegah palet cat minyak mengering, apungkan di atas air atau masukkan dalam freezer.

    Peringatan

    • Jauhkan cat dan campuran (media) jauh dari mata Anda dan kulit yang peka. Jika terkena mata Anda, bilas dengan air bersih selama paling tidak dua menit. Lebih bagus jika Anda menggunakan gelas pembersih mata atau alat pembersih mata. Jika tidak memilikinya, Anda bisa gunakan gelas kecil dan biarkan air keran mengalir pelan melewati mata Anda. Sangat penting untuk membilas zat kimia yang masuk dengan air yang banyak untuk mengurangi dampak yang akan terjadi pada mata Anda yang sensitif.
    • Bahan pengencer mungkin akan bereaksi pada kulit yang sensitif. Cucilah kulit yang terkena berkali-kali dengan sabun dan air hangat, dan bilas berkali-kali. Jika kemudian timbul gejala alergi, konsultasikan kepada pelayanan kesehatan atau tenaga ahli dan ikuti saran yang diberikan.
    • Bahan pengencer dan campuran minyak sangat mudah terbakar. Jika tersedia, simpanlah bahan kimia ini di dalam tempat yang telah dianjurkan. Dalam situasi ini, Anda perlu menyimpannya ditempat yang tertutup. Hal ini termasuk cat yang telah “dicampur” dengan zat-zat mudah terbakar ini dan kain yang Anda gunakan untuk membersihkan selama melukis.
    • Cat minyak dan bahan campurannya mungkin dikelompokkan dalam bahan berbahaya di daerah Anda. Buanglah dengan cara yang benar. Ketahui dan ikutilah peraturan nasional, daerah, dan setempat.